
Baptisan Pertama di Yeh Poh
Dua belas orang Bali pertama dibaptis oleh Rev. Dr. R.A. Jaffray — cikal bakal berdirinya Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB).
Mewarisi hati dan spiritualitas misioner Tsang To Hang — penginjil yang memberitakan Injil kepada orang Bali pada tahun 1931–1933 — bagi generasi masa kini dan bangsa-bangsa.



Bukan mengkultuskan sosok, melainkan mewarisi hati dan spiritualitas misioner Tsang To Hang.
Setia pada panggilan dan pengutusan Allah dalam pelayanan.
Alkitab sebagai fondasi dan sumber kebenaran bagi seluruh pelayanan.
Keberanian melayani di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Menjadi berkat dan penyembuh bagi keluarga serta jemaat yang dilayani.



Yayasan ini bertugas bukan sekadar menceritakan karya Tsang To Hang.
Kami membentuk generasi Kristen yang konsisten dalam pemuridan, setia menjaga integritas hidup dan kekudusan pelayanan. Pada tahap awal, kegiatan meliputi penginjilan, kaderisasi, pendidikan karakter, spiritual formation, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan unit produktif sebagai sarana pembelajaran dan pembiayaan misi.
Ke depan, Yayasan menjadi “Ibu” bagi sebuah lembaga pendidikan teologi yang memberitakan Injil dalam kata dan perbuatan.
Tsang To Hang (Tsang Kam Foek) diutus oleh Christian and Missionary Alliance bersama Chinese Foreign Missionary Union di bawah Dr. R.A. Jaffray, tiba di Bali sekitar 1930–1931.

Dua belas orang Bali pertama dibaptis oleh Rev. Dr. R.A. Jaffray — cikal bakal berdirinya Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB).

Perkembangan awal jemaat Kristen di daerah Tuka atau Untal-untal, dibantu Nyoman Regig yang menerjemahkan khotbah ke dalam bahasa Bali.

Pan Loting (I Made Gepek), mantan tukang sihir, percaya kepada Tuhan dan bersaksi di berbagai tempat.
Perjalanan seorang utusan injil yang membawa Kabar Baik ke Indonesia.
Tsang To Hang, penginjil Kristen Protestan dari daratan Tiongkok, diutus oleh Christian and Missionary Alliance (CMA) bersama Chinese Foreign Missionary Union (CFMU) yang dipimpin Dr. R.A. Jaffray.
Ia berangkat sebagai perintis penginjilan, membawa panggilan untuk memberitakan Injil di Nusantara.
Izin pemerintah kolonial Hindia Belanda awalnya hanya memperbolehkannya melayani komunitas keturunan Tionghoa di Bali.
Melalui relasinya dengan masyarakat lokal, 12 orang Bali pertama dibaptis di Yeh Poh — cikal bakal GKPB.
Dari satu utusan di tahun 1931 menuju jejaring misi regional, nasional, dan global.
Memberlakukan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam perkataan dan perbuatan secara lintas generasi dan lintas suku bangsa berdasarkan spiritualitas misioner Tsang To Hang.
“Memperlengkapi (to equip), mengutus (to send), dan berdampak (to impact) bagi bangsa-bangsa.”
Enam nilai yang menjadi landasan seluruh pelayanan Yayasan.
Raja, pusat, dan tujuan dari seluruh pelayanan.
Firman Allah sebagai sumber kebenaran bagi penyelenggaraan misi Allah di seluruh dunia.
Mempersiapkan pemimpin (misionaris) untuk mengembangkan nilai Kerajaan Allah di komunitas Kristen.
Memberitakan Injil dalam kata dan perbuatan melalui wirausaha untuk menopang penginjilan.
Misi Allah harus berdampak: diberkati dan menjadi berkat bagi dunia.
Memberitakan Injil Kerajaan Allah mulai dari Indonesia hingga ke seluruh dunia.
Yayasan menjadi fondasi legal bagi pendirian Sekolah Tinggi Teologi Tsang To Hang — perpaduan warisan Tionghoa, arsitektur Bali, dan nilai kekristenan.


Menyelenggarakan pendidikan misi, melatih wirausahawan holistik, mengembangkan pemberdayaan sosial-ekonomi, dan membangun jejaring misi regional hingga global (Mat. 28:18-20).
Spiritualitas misioner Tsang To Hang sebagai rujukan bagi kekristenan di Bali dalam pekabaran Injil masa kini.
Penulis: Dr. Joshua Chandra · Editor: Dr. Nelman Asrianus Weny, M.Th
Dewan Pembina, Dewan Pengurus, dan Dewan Pengawas.





Yayasan terbuka bagi seluruh gereja dan denominasi. Dukung pelayanan, kemitraan, dan pendidikan misi melalui kontak kami.
Hubungi Kami →